Definisi & Pemahaman Desain Grafis



Sebelum kita masuk menuju pembahasan pokok atau inti dari dunia desain grafis, ada perlunya kita untuk memahami terlebih dahulu Apa sih itu desain grafis? Mungkin setiap orang memiliki definisi yang berbeda-beda tentang dunia desain grafis namun dari sekian banyak definisi yang bisa kita dapatkan dari buku-buku atau berbagai sumber di internet, secara garis besar desain grafis merupakan “suatu proses pemikikan yang di tuangkan/diwujudkan dalam bentuk gambar”.



Kalau begitu, semua orang bisa menjadi seorang Desainer dong? Jawabannya iya, setiap orang adalah desainer! Secara tidak sadar kita sering mencoret-coret buku tulis, membuat undangan, membuat kaligrafi nama kita, menempel gambar di kamar, memilih warna cat rumah, semua itu adalah pekerjaan desain.

            Apakah desain grafis ada hubungannya dengan seni rupa? Jelas ada, karena desain grafis merupakan anak dari ilmu seni rupa. Ilmu seni rupa sendiri mempunyai cabang-cabang lain yang lebih luas diantaranya adalah : seni murni, seni tekstil/mode, desain interior, desain produk dll.

            Apakah desain grafis berbeda dengan desain komunikasi visual? Sebenarnya antara keduanya tidak terlalu berbeda. Beberapa tahun belakangan Desain Komunikasi Visual dikenal juga dengan nama Desain Grafis. Tapi seiring dengan perkembangan media dan teknologi yang begitu pesat penyebutannya mulai di sesuaikan. Desain grafis yang berkesan statis kini berkembang ke arah gambar bergerak atau video dan multimedia.

            Sampai disini kita sudah mengetahui beberapa hal mendasar seputar dunia desain grafis. Banyak orang yang tidak Memahami hal-hal tersebut karena sebagian besar menganggapnya tidak penting atau mungkin ada yang bilang itu penting tapi tidak tertarik. Banyak dari kita yang ingin terjun kedalam dunia desain grafis terlebih dahulu terjebak, langsung mendalami atau mempelajari hal-hal teknisnya saja tanpa mempelajari dasarnya terlebih dahulu. Oke mari kita lanjutkan...
           
Selanjutnya mari kita bahas pengaruh desain grafis dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, desain grafis mulai merambah ke bidang animasi, multimedia, web desain, dan Interactive Media atau game. Namun agar tidak terlalu jauh, desain grafis lebih berfokus ke gambar diam/still image. Sedangkan untuk gambar bergerak seperti animasi, film, iklan tv, game lebih masuk kedalam bidang Multimedia atau Animasi.

Setelah kita sedikit menyinggung tentang dunia Multimedia, sekarang kita mempunyai suatu pertanyaan. Apakah Hubungan Desain Grafis dengan Multimedia?. Seperti halnya desain grafis multimedia juga memiliki banyak definisi, namun pada praktiknya multimedia merupakan perpaduan antara ilmu desain grafis dan teknologi informasi/komputer. Multimedia dikenal di luar negri sebagai Rich Media.
Sedangkan Game adalah perpaduan antara Multimedia dan Pemrograman. Game disebut juga dengan Multimedia Interaktif/Interactive Media.


Dalam dunia grafis kita juga dituntut untuk memperhatikan nila Estetika. Estetika sendiri adalah salah satu cabang ilmu filsafat yang membahas tentang keindahan. Bagaimana terbentuk dan bagaimana bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika cukup rumit karena kita harus mempelajari indra dan kejiwaan agar bisa menilai suatu rasa. Pada kesempatan lain kita akan sedikit membahas estetika dan perbandingan/rasio untuk menilai desain secara kualitatif dengan rumus M = O / C dimana M = (Measure) Nilai keindahan, O = (Order) Keberaturan, C = (Complexity) kompleksitas. Ada juga metoda  Golden Ratio atau “rasio emas” dengan nilai 1,6.

Untuk menilai karya grafis, kita cukup sulit untuk menilainya secara kuantitatif dengan angka / numerik, dan tidak bisa juga dikatakan ‘benar’ atau ‘salah’. Sebaik-baiknya karya grafis tetap saja ada kurangnya, begitu pula sebaliknya. Untuk menilai karya desain grafis kita bisa memberikan penilaian secara kualitatif seperti : baik, buruk, menarik, indah, jelek, cantik, keren, kurang baik, tidak pantas, biasa saja, dll.
Pada dasarnya penilaian terhadap suatu karya desain grafis bisa beragam tergantung dari perspektif orang yang memberi penilaian. Jadi bagi teman-teman yang baru mulai belajar desain grafis jangan merasa minder kalau ada yang memberikan penilaian kurang baik dengan karya yang teman-teman ciptakan. Hal semacam itu adalah wajar apalagi kalau teman-teman masih belajar. Itu akan mejadi bekal bagi teman-teman disaat suatu hari nanti kalian sudah mendapat klien pertama. Jadiii..... jangan berhenti belajar..!!!

Sedikit tambahan, kalau misalnya ada di antara teman-teman ada yang mulai bertanya Untuk menjadi seorang desainer grafis, ilmu apa saja yang dibutuhkan, apakah cukup dengan pengetahuan tentang desain grafis? Jawabannya tidak, seorang desainer grafis dituntut untuk memiliki Wawasan yang luas dari disiplin ilmu yang lain meski tidak terlalu mendalam. Karena pada dasarnya seorang desainer grafis adalah seorang pemecah masalah (problem solver) dan pengambil keputusan, sehingga perlu melibatkan banyak faktor lainnya seperti budaya, sosial, psikologi, harga, pengetahuan alam bahkan matematika. Jadi, menjadi seorang desainer grafis itu tidak hanya tentang kita membuat suatu karya sesuai dengan imajinasi kita atau sesuai keinginan klien, tapi ada begitu banyak faktor yang perlu kita perhatikan agar karya kita memipunyai Nilai.

Pada postingan selanjutnya, kita akan sedikit membahas tentang peluang-peluang pekerjaan apa saja yang ada bagi seorang desainer grafis.
                        

Definisi & Pemahaman Desain Grafis Definisi & Pemahaman Desain Grafis Reviewed by Zainul Muhibbin on May 29, 2018 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.